Judul : Iklan TV sarana Kembali ke Indonesia Raya
Tema : 100 tahun kebangkitan bangsa
Oleh : Salwangga
Untuk dikirim ke : lomba@menulismudah.com.
Ada seorang mahasiswa dibawa ke rumah-sakit. Katanya habis demo tertimpuk batu dari aparat. Saat menyadari kepalanya dibebat, ia tersenyum bangga "aku telah berbuat heroik untuk membela kepentingan rakyat miskin", batinnya. Tapi saat melihat lututnya pecah, ia meraung-raung menggemparkan seisi ruang. Tak luput suster penjaga kalang kabut bergegas menghampiri. "lututku telah hancur, dimana lagi akan kutaruh otakku" jeritnya pilu. Suster penjaga hanya tersenyum tak berani bersuara "pantas saja demo kalian selalu anarkis, mengundang kemacetan. Ternyata otak kalian di dengkul toch".
Beberapa puluh tahun silam, seorang anak bangsa Wage Rudolf Supratman begitu yakin dengan pikirannya tertuang dalam bait-bait lagu. Tidak banyak berpengaruh jika hanya badan saja yang bangkit. Jiwa yang lebih utama. Baru kemudian badan.
"Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya. Untuk Indonesia Raya"
WR Supratman hanyalah satu dari sekian pemuda yang telah merintis (menyumbangkan) kreasinya untuk lahirnya Indonesia Raya. 1945 merupakan tonggak sejarah yang tidak mungkin dielakkan lagi. 37 tahun sebelum proklamasi hari kemerdekaan, kaum terpelajar telah mulai merintis kebebasan berbangsa melalui lobi-lobi internasional melalui perundingan-perundingan dengan pihak luar negeri. Jago-jago diplomasi saat itu seperti DR Wahidin Sudiro Husodo, DR Sutomo, Sudarpo, dan lain-lainnya, para pemuda berusia masih berkisar 30 tahun telah demikian kuat dalam berprinsip sesuai karakter masing-masing.
Kesempatan mengecam pendidikan setaraf HIS MULO maupun STOVIA benar-benar dimanfaatkan untuk menimba ilmu menempa diri. Itulah saat titik balik sejarah bermulanya kebangkitan nasional.
Lain dulu lain pula zaman sekarang. Bagaimanapun juga jalur diplomasi dan intelektualitas lebih dapat mencuri perhatian bangsa-bangsa di dunia. Dari pada sekedar demo berujung tindakan anarkis tak berkonsep. Spontanitas, mengendepankan urat daripada pikiran. Jauh dari kesan intelek.
Hasil gemblengan para pemuda pelopor perjuangan berbasis intelektualitas sejak tahun 1908, selama 37 tahun kemudian terbukti melahirkan "proklamasi kemerdekaan" dan mendapatkan pengakuan dunia internasional secara de facto maupun de juro. Bung Karno dan Bung Hatta, dua negarawan besar negeri ini harus mengakui kecerdasan para pemuda dalam mencetuskan pemikiran melepaskan diri dari belenggu penjajah.
Kini, tahun 2008, berbilang 100 tahun hari kebangkitan nasional, seyogianya menjadi titik balik kebangkitan kembali. Tidak mungkin secepat mengedipkan mata memang. Di depan kita begitu nyata masalah-masalah yang harus segera diselesaikan. Kalau saja negeri dongeng cukuplah mengusap lampu wasiat, dilanjutkan tiga permintaan, tentulah dalam sekejap mata jin sakti langsung mengubah keadaan.
Media televisi, sangat memungkinkan untuk mendongkrak pemikiran-pemikiran pemirsa. Menyebarkan kembali Visi dan Misi Bangsa. Gunakan media penyiaran untuk mencerdaskan anak bangsa. Berawal dari sekarang, 1 abad peringatan hari kebangkitan Nasional, anak-anak dan pemuda 20 atau 30 tahun mendatang pastilah merdeka jiwanya, merdeka pikirannya untuk kemudian bangkit jiwa dan raga secara lebih berarti menuju "The Real" Indonesia Raya. Sebagaimana harapan WR Supratman telah torehkan dalam bait syair lagu kebangsaan.
Tak usahlah terlalu cepat berharap dengan mengandalkan mahasiswa saat ini, apalagi para pemimpin negeri yang semakin tua. Nyata-nyata kaum intelektual malah lebih mengedepankan demo tak bermutu untuk menunjukkan eksistensi. Berikan kesempatan lebih kepada generasi muda untuk menunjukkan kredibilitas. Sudah saatnya angkatan tua menjadi korektor dan pembimbing. Lebih fokus menjadi Kreator, Konseptor. Relakan kaum muda menjadi Eksekutor, lebih menunjukkan eksistensi diri dalam rel dan pengawasan angkatan tua.
Mengenang beberapa tahun silam DR Sutomo CS, setelah demo langsung mengumpulkan para rekan untuk membicarakan konsep diplomasi lebih lanjut akan ditempuh dengan penuh semangat nasionalisme. Mahasiswa sekarang ? sehabis demo dengan atribut pengikat kepala masih basah oleh keringat nongkrong dipinggir jalan parkir seenaknya, merokok dengan gagah sambil berhaha-hihi, lupa pada apa yang barusaja mereka demokan. Kepentingan rakyat miskin menjadi pembungkus manis mentalitas anarkis.
Endapkan masa lalu, konsentrasi pada masa kini. Godok dan siapkan mental (jiwa) anak-anak & pemuda untuk menuju 20 tahun mendatang benar-benar merdeka. Merdeka berkreatifitas, berkarya, berinovasi & berimprovisasi berbasis intelektualitas membangun negeri.
Bangkitlah para pemuda. Kobarkan kembali semangat berbangsa dan bernegara. Pemuda harapan bangsa. Ingatlah selalu pesan proklamator kita "kutitipkan bangsa dan negara kepadamu". Ditambahkan lagi oleh beliau betapa bangganya pada kaum muda "berikan aku sepuluh pemuda, maka akan aku guncang dunia".
Satu iklan pada media televisi sangat menarik perhatian. Dedy Mizwar. Resapi ucapan berikut saya coba kutip dari iklan non-komersiil 100 tahun kebangkitan bangsa :
"bangkit itu, susah.
Susah melihat orang yang susah, senang melihat orang yang senang.
Bangkit itu, takut.
Takut korupsi, takut makan yang bukan haknya.
Bangkit itu, mencuri.
Mencuri perhatian dunia dengan mengukir prestasi.
Bangkit itu, marah.
Marah martabat bangsa dilecehkan. Diinjak-injak.
Bangkit itu, malu.
Malu jadi benalu. Malu hanya minta melulu.
Bangkit itu, tidak ada.
Tidak ada kata menyerah. Tidak ada kata putus asa.
Bangkit itu, aku.
Untuk Indonesia"
Iklan menggugah kesadaran berbangsa, penuh spirit. Nuansa mistik beraroma kebangkitan rasa begitu kental dikemas apik dibawakan dengan tajam oleh sang aktor. Sudah saatnya konsep iklan komersial pertelevisian diubah. Bagaimanapun juga media televisi sangat mendominasi menjadi konsumsi wajib bagi sebagian besar masyarakat. Tantangan terbesar dihadapi saat ini adalah, pemerataan pendidikan. Terutama aplikasi atau hasil/target yang hendak diperoleh.
Rakyat miskin yang sering dikategorikan sebagai kaum marginal boeh jadi tidak mengecam pendidikan tinggi, tapi jelas. Mereka sangat mengenal acara TV. Bahkan nyaris lebih banyak nongkrong di depan TV bisa menghabiskan 4 – 5 jam rata-rata orang perhari.
Gunakan media iklan bukan hanya untuk target profit secara komersial, tetapi lebih dikolaborasikan dengan menebarkan semangat kebangsaan dan kepedulian. setiap hari bahkan setiap jam sekali seluruh saluran TV swasta diwajibkan menyiarkan iklan kebangkitan bangsa. Lambat laun secara perlahan pasti menyerusup relung hati masyarakat luas sehingga terpateri semangat kebersamaan berbangsa dan bernegara. Bagaimanapun juga, sesuatu yang dilakukan secara terus menerus hasilnya lebih bisa terarah daripada secara besar-besaran tetapi hanya setahun sekali.
Indosat misalnya, telah memulai dengan iklan versi terbaru "Indosat Cinta Indonesia". Sangat dibutuhkan iklan-iklan inspiratif sejenis untuk mendongkrak kembali semangat kebangkitan demi mencapai kejayaan Indonesia Raya.
Mengutip pidato kenegaraan Presiden Susilo Bambang yudoyono saat memperingati satu abad memperingati hari kebangkitan nasional di senayan "bersama ktia bisa membangun kemali Indonesia" bahkan pekik "Indonesia…. Bisa!, Indonesia… Bisa!, Indonesia … Bisa!". Begitu semangat dan gegap gempita Bapak Presiden menyemangati seluruh lapisan masyarakat untuk membangun kebersamaan.
Mahasiswa jangan sampai terjebak sikap reaksionis dalam mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah. Tunjukkan keberadaan mahasiswa dengan karya yang mencerminkan intelektualitas sejati. Skripsi, tesis, maupun disertasi dibuat bukan hanya untuk memenuhi syarat kelulusan belaka. Sebarkan, agar dapat dimanfaatkan untuk membangun negeri. Aparat keamanan jangan lagi terpancing propaganda sebagian kecil kaum muda. Mereka hanya butuh bimbingan dan pengertian. Kembalilah berfungsi sebagai pengaman, bukan menambah kacau keadaan.
Bangkitlah kaum muda, inteleklah kaum mahasiswa. Pemuda adalah harapan bangsa.
Selasa, 27 Mei 2008
Selasa, 18 Maret 2008
cinta & keindahan
sepasang remaja yg mulai merasakan getar asmara seolah merasa dunia hanya milik berdua.
co melihat si ce bagaikan bidadari dari langit tujuh,
ce melihat si co bagaikan pangeran berkuda dari negeri atas angin.
padahal klo aku lihat sich mereka berdua biasa aja, untuk yg co lebih gantengan aku malah.
sedangkan untuk yg ce jelas lebih cantik isteriku dirumah.
sebenarnya apa yg membuat rasa seperti itu ?
cinta ?
betul juga, tapi .... kyknya bukan itu dech.
sebenarnya apa sich efek samping dari cinta ?
hmmmm...... keindahan.
nach....ini dia keindahan,
yaa... keindahan. inilah jawabannya.
Indah, sebuah kata yang setiap orang mampu mengucapkan dan mampu meresapi dalam lingkup apresiasi sesuati hati.
Indah, sebuah kata yang sampai saat ini para ahli filsafat belum bisa menemukan definisi yang tepat dan mewakili segala keadaan.
Sebuah rumah dikatakan indah bila proporsional, dengan komposisi jendela dan pintu serta atap seimbang.
lantas apakah boleh dikatakan indah itu proporsional ?
tentu tidak.
Kita semua tentunya tahu bunga dan dapat membedakan bagaimana bunga yang indah dan bunga yang sekedar pelengkap taman.
Bagaimana bunga dikatakan indah ?
lain mulut tentulah lain suara yang dihasilkan, satu mulut bilang keindahan bunga berarti warna yang cerah dan segar, sementara
mulut yang laen berkata keindahan bunga terletak pada bentuk yang merekah.
lantas apakah boleh dikatakan indah itu cerah segar merekah ?
tentu tidak.
Sepasang remaja tadi mengalami perasaan keindahan yang luara biasa hebatnya,
siapa yang belum pernah "berasmara?"
Bahkan puncak pertemuan dua libido laen jenis pun masih kalah dengan "indahnya asmara" ( sorry bagi yg single ).
Tidak sedikit manusia yang saling dendam saling bunuh bahkan bunuh diri hanya karena hancurnya keindahan asmara.
Resapilah bila anda "lagi jatuh cinta" atau "jatuh cinta lagi", apakah ada yang menandingi keindahannya ?
tidak ?
pasti ada !!!!
anda sedang merenung tentang "kisah cinta" ?
mari kita sama - sama merenung tentang "cinta & keindahan",
"Apakah keindahan itu dan adakah keindahan yang melebihi sepasang insan yang sedang jatuh cinta ?"
Keindahan dapat dirasakan oleh setiap orang.
Mata mengapresiasikannya dengan menatap melihat mengamati
Hidung dengan mengendus mencium
Telinga medengar
Lidah mengecap mencicipi
Begitu pula kulit merasakan keindahan dengan sentuhan lembut nyaman empuk hangat dingin...
Indera kita sanggup menikmati segala keindahan secara empiris dan nyata.
Disamping keindahan² diatas ternyata ada lagi keindahan yang tidak dirasakan oleh panca indera alias keindahan non-inderawi.
Indahnya bunga rumah gunung serta aneka panorama alam jelas itu keindahan secara inderawi karena langsung dinikmati oleh
panca indera. Sedangkan cinta syair puisi cerpen cerbung roman novel merupakan keindahan secara non-inderawi karena
hanya dapat dinikmati oleh kekuatan keyakinan dan ketinggian jiwa serta daya imaginasi seseorang.
si Bahlul yang sedang kasmaran dengan ceweknya memandang bahwa ceweknya paling cantik paling manis paling sexi dan
paling segalanya, dimatanya segala keindahan terpancar dari setiap lekuk dan laku si cewek sang primadona hati.
Namun tanpa bermaksud melecehkan apalagi menginkari kesempurnaan penciptaan Ilahi, selidik punya selidik cewek si Bahlul
ternyata berkulit gelap rambut setengah gimbal hidung pesek bibirpun kering seperti menderita sariawan tiada henti.
Itulah cinta, itulah keindahan non inderawi versi si Bahlul yang sedang kasmaran dengan ceweknya.
Pernah membaca "harry potter ?"
Atau "Ayat - ayat cinta nya Habiburrahman El Syirasy ?"
Atau mendengar "Motivator dari Andrew Wongso ?"
Bagaimana imaginasi anda begitu melayang seolah ikut menjadi salah satu tokoh yang sesuai dengan karakter anda ?
Itulah keindahan non inderawi yang bersumber pada kekuatan imaginasi.
Semakin bersih hati semakin tinggi konsentrasi semakin terlatih pula menikmati keindahan jenis yang kedua ini.
Ada satu cerita yang tertuang dalam "tragedi karballa", drama ini menceritakan tentang terbunuhnya cucu Nabi Muhammad Saw
di padang gersang bernama karballa Hasan & Husein. Beliau adalah anak Ali bin Abitholib dan Fatimah Az-zahra.
Apabila anda berkesempatan membaca drama itu atau mengikuti pementasannya, tentulah terpana dengan untaian
syair - syair khas timur tengah nuansa kematian bahkan tidak jarang orang yg menitikkan air mata melihat tragedi itu.
Terlebih lagi bila kekuatan cinta terhadap imam Ali menantu Rosululloh turut andil dalam memperkuat imaginasi anda, bisa jadi
berbutir-butir kristal airmata menetes tiada henti dari kedua sudut jendela hati.
Bersihnya hati murninya cinta sempurna keindahan
semakin bersih hati manusia
semakin murni pula cintanya
semakin sempurna keindahan yang dirasa
Dari bermacam syair segala syair, bermacam bacaan segala bacaan, bermacam petuah segala petuah, tidak ada yang lebih
indah dari Al-qur'an. Umar bin khattab yang begitu ganas memerangi islam begitu bengis tanpa belas kasihan luluh dan menangis
tersedu sedu karena bacaan Al-qur'an. Seorang Muhammad menjadi pemimpin dunia dan menjadi orang nomor satu didunia karena
menjiwai Al-qur'an bahkan beliaulah Al-qur'an berjalan. Merekalah orang- orang yang sanggup menikmati derajat tertinggi keindahan non
inderawi. Bersama tulisan ini bersihkan hati buang segala iri dengki sumpah serapah marah menggunjing orang dan bermacam perusak hati lainnya maka Insya Alloh kita akan merasakan menikmati keindahan Al-qur'an merasakan keindahan religi yang jauh lebih indah dari kasmarannya si Bahlul. Dengan demikian manusiapun mencapi keindahan cinta yang tiada bandingannya, itulah cinta pada
Sang Pencipta Al-qur'an, Alloh Azza wa Jalla.
Aku begitu mentertawakan si Bahlul yg menganggap ceweknya adalah bidadari menjelma manusia. Apakah aku sedang mentertawakan
orang yg mencintai Alloh dan Rosulnya ? Apakah aku juga mentertawakan orang yg menitikkan air mata karena hatinya tersentuh oleh
Alqur'an ? hmmmm........ wajar saja dan syah - syah saja klo aku mennertawakan mereka, karena aku belum jatuh cinta sebagaimana
mereka.
co melihat si ce bagaikan bidadari dari langit tujuh,
ce melihat si co bagaikan pangeran berkuda dari negeri atas angin.
padahal klo aku lihat sich mereka berdua biasa aja, untuk yg co lebih gantengan aku malah.
sedangkan untuk yg ce jelas lebih cantik isteriku dirumah.
sebenarnya apa yg membuat rasa seperti itu ?
cinta ?
betul juga, tapi .... kyknya bukan itu dech.
sebenarnya apa sich efek samping dari cinta ?
hmmmm...... keindahan.
nach....ini dia keindahan,
yaa... keindahan. inilah jawabannya.
Indah, sebuah kata yang setiap orang mampu mengucapkan dan mampu meresapi dalam lingkup apresiasi sesuati hati.
Indah, sebuah kata yang sampai saat ini para ahli filsafat belum bisa menemukan definisi yang tepat dan mewakili segala keadaan.
Sebuah rumah dikatakan indah bila proporsional, dengan komposisi jendela dan pintu serta atap seimbang.
lantas apakah boleh dikatakan indah itu proporsional ?
tentu tidak.
Kita semua tentunya tahu bunga dan dapat membedakan bagaimana bunga yang indah dan bunga yang sekedar pelengkap taman.
Bagaimana bunga dikatakan indah ?
lain mulut tentulah lain suara yang dihasilkan, satu mulut bilang keindahan bunga berarti warna yang cerah dan segar, sementara
mulut yang laen berkata keindahan bunga terletak pada bentuk yang merekah.
lantas apakah boleh dikatakan indah itu cerah segar merekah ?
tentu tidak.
Sepasang remaja tadi mengalami perasaan keindahan yang luara biasa hebatnya,
siapa yang belum pernah "berasmara?"
Bahkan puncak pertemuan dua libido laen jenis pun masih kalah dengan "indahnya asmara" ( sorry bagi yg single ).
Tidak sedikit manusia yang saling dendam saling bunuh bahkan bunuh diri hanya karena hancurnya keindahan asmara.
Resapilah bila anda "lagi jatuh cinta" atau "jatuh cinta lagi", apakah ada yang menandingi keindahannya ?
tidak ?
pasti ada !!!!
anda sedang merenung tentang "kisah cinta" ?
mari kita sama - sama merenung tentang "cinta & keindahan",
"Apakah keindahan itu dan adakah keindahan yang melebihi sepasang insan yang sedang jatuh cinta ?"
Keindahan dapat dirasakan oleh setiap orang.
Mata mengapresiasikannya dengan menatap melihat mengamati
Hidung dengan mengendus mencium
Telinga medengar
Lidah mengecap mencicipi
Begitu pula kulit merasakan keindahan dengan sentuhan lembut nyaman empuk hangat dingin...
Indera kita sanggup menikmati segala keindahan secara empiris dan nyata.
Disamping keindahan² diatas ternyata ada lagi keindahan yang tidak dirasakan oleh panca indera alias keindahan non-inderawi.
Indahnya bunga rumah gunung serta aneka panorama alam jelas itu keindahan secara inderawi karena langsung dinikmati oleh
panca indera. Sedangkan cinta syair puisi cerpen cerbung roman novel merupakan keindahan secara non-inderawi karena
hanya dapat dinikmati oleh kekuatan keyakinan dan ketinggian jiwa serta daya imaginasi seseorang.
si Bahlul yang sedang kasmaran dengan ceweknya memandang bahwa ceweknya paling cantik paling manis paling sexi dan
paling segalanya, dimatanya segala keindahan terpancar dari setiap lekuk dan laku si cewek sang primadona hati.
Namun tanpa bermaksud melecehkan apalagi menginkari kesempurnaan penciptaan Ilahi, selidik punya selidik cewek si Bahlul
ternyata berkulit gelap rambut setengah gimbal hidung pesek bibirpun kering seperti menderita sariawan tiada henti.
Itulah cinta, itulah keindahan non inderawi versi si Bahlul yang sedang kasmaran dengan ceweknya.
Pernah membaca "harry potter ?"
Atau "Ayat - ayat cinta nya Habiburrahman El Syirasy ?"
Atau mendengar "Motivator dari Andrew Wongso ?"
Bagaimana imaginasi anda begitu melayang seolah ikut menjadi salah satu tokoh yang sesuai dengan karakter anda ?
Itulah keindahan non inderawi yang bersumber pada kekuatan imaginasi.
Semakin bersih hati semakin tinggi konsentrasi semakin terlatih pula menikmati keindahan jenis yang kedua ini.
Ada satu cerita yang tertuang dalam "tragedi karballa", drama ini menceritakan tentang terbunuhnya cucu Nabi Muhammad Saw
di padang gersang bernama karballa Hasan & Husein. Beliau adalah anak Ali bin Abitholib dan Fatimah Az-zahra.
Apabila anda berkesempatan membaca drama itu atau mengikuti pementasannya, tentulah terpana dengan untaian
syair - syair khas timur tengah nuansa kematian bahkan tidak jarang orang yg menitikkan air mata melihat tragedi itu.
Terlebih lagi bila kekuatan cinta terhadap imam Ali menantu Rosululloh turut andil dalam memperkuat imaginasi anda, bisa jadi
berbutir-butir kristal airmata menetes tiada henti dari kedua sudut jendela hati.
Bersihnya hati murninya cinta sempurna keindahan
semakin bersih hati manusia
semakin murni pula cintanya
semakin sempurna keindahan yang dirasa
Dari bermacam syair segala syair, bermacam bacaan segala bacaan, bermacam petuah segala petuah, tidak ada yang lebih
indah dari Al-qur'an. Umar bin khattab yang begitu ganas memerangi islam begitu bengis tanpa belas kasihan luluh dan menangis
tersedu sedu karena bacaan Al-qur'an. Seorang Muhammad menjadi pemimpin dunia dan menjadi orang nomor satu didunia karena
menjiwai Al-qur'an bahkan beliaulah Al-qur'an berjalan. Merekalah orang- orang yang sanggup menikmati derajat tertinggi keindahan non
inderawi. Bersama tulisan ini bersihkan hati buang segala iri dengki sumpah serapah marah menggunjing orang dan bermacam perusak hati lainnya maka Insya Alloh kita akan merasakan menikmati keindahan Al-qur'an merasakan keindahan religi yang jauh lebih indah dari kasmarannya si Bahlul. Dengan demikian manusiapun mencapi keindahan cinta yang tiada bandingannya, itulah cinta pada
Sang Pencipta Al-qur'an, Alloh Azza wa Jalla.
Aku begitu mentertawakan si Bahlul yg menganggap ceweknya adalah bidadari menjelma manusia. Apakah aku sedang mentertawakan
orang yg mencintai Alloh dan Rosulnya ? Apakah aku juga mentertawakan orang yg menitikkan air mata karena hatinya tersentuh oleh
Alqur'an ? hmmmm........ wajar saja dan syah - syah saja klo aku mennertawakan mereka, karena aku belum jatuh cinta sebagaimana
mereka.
Minggu, 16 Maret 2008
Langganan:
Postingan (Atom)